Mengapa Islam? Menyingkap Keutamaan dan Berkah Hidup Islami

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mari kita tingkatkan takwa kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena sesungguhnya, sebaik-baik bekal kita kembali menghadap Allah adalah takwa.

Pada kesempatan khutbah yang mulia ini, mari kita merenungi sejenak tentang salah satu nikmat terbesar yang seringkali luput dari perhatian kita, yaitu nikmat Islam. Bagi kita yang terlahir sebagai Muslim, kadang kita lupa betapa agung dan berharganya anugerah ini. Sementara bagi sebagian saudara kita yang baru menemukan hidayah, mereka merasakan keindahan Islam dengan cara yang mungkin lebih mendalam. Keutamaan masuk Islam atau menjadi seorang Muslim, sungguh merupakan anugerah terindah bagi jiwa yang mencari kebenaran dan kedamaian.

Islam Sebagai Cahaya dan Petunjuk Hidup

Saudara-saudaraku seiman,

Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa arah, tanpa tujuan, dan tanpa panduan? Pasti terasa hampa dan penuh kegelisahan. Nah, Islam datang sebagai cahaya yang menerangi kegelapan, sebagai petunjuk yang membimbing kita melewati liku-liku kehidupan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hadid: 28)

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa iman kepada Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kita cahaya. Cahaya itu adalah petunjuk Al-Qur’an dan Suah Nabi yang menjadi kompas hidup kita. Dengan Islam, kita tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang bermanfaat dan mana yang mudarat, mana yang halal dan mana yang haram. Hidup menjadi terarah, memiliki makna, dan penuh harapan.

Kedamaian Hati dalam Tauhid

Salah satu keutamaan terbesar dalam Islam adalah konsep Tauhid, yaitu mengesakan Allah. Dalam Islam, kita hanya menyembah satu Tuhan, yaitu Allah Yang Maha Esa, pencipta segala sesuatu. Konsep ini membebaskan kita dari belenggu menyembah banyak tuhan, berhala, patung, atau bahkan hawa nafsu duniawi.

Ketika hati seseorang hanya bergantung kepada Allah, maka ia akan merasakan kedamaian yang luar biasa. Ia tahu bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berada dalam genggaman-Nya, dan tidak ada daya serta upaya melainkan dengan izin-Nya. Segala kekhawatiran, ketakutan, dan kegelisahan perlahan akan sirna, digantikan oleh ketenangan dan kepercayaan penuh kepada Rabb Yang Maha Kuasa. Ini adalah janji Allah:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Keindahan Tauhid memberikan kita pondasi iman yang kokoh, sehingga kita tidak mudah goyah oleh ujian hidup.

Jaminan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Islam bukanlah agama yang hanya fokus pada kehidupan akhirat semata, melainkan juga memberikan panduan untuk meraih kebahagiaan di dunia. Syariat Islam mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari cara kita beribadah, bermuamalah, berinteraksi dengan sesama, hingga menjaga lingkungan.

  • Dengan shalat, kita terhubung langsung dengan Sang Pencipta.
  • Dengan zakat, kita membersihkan harta dan membantu sesama.
  • Dengan puasa, kita melatih kesabaran dan empati.
  • Dengan haji, kita merasakan persaudaraan universal.

Semua ibadah ini bukan hanya kewajiban, tapi juga sarana untuk meraih ketenangan jiwa, kesehatan fisik, dan keberkahan harta di dunia. Dan yang paling penting, bagi mereka yang taat dan istiqamah, Allah menjanjikan kebahagiaan abadi di surga-Nya, sebuah tempat yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas di hati manusia.

Persaudaraan Universal (Ukhuwah Islamiyah)

Ketika seseorang masuk Islam, ia tidak hanya mendapatkan petunjuk individual, tetapi juga bergabung dalam sebuah keluarga besar, yaitu umat Islam. Islam mengajarkan persaudaraan yang melampaui batas ras, suku, warna kulit, atau kebangsaan. Semua Muslim adalah saudara, seperti yang difirmankan Allah:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Di mana pun kita berada, jika bertemu sesama Muslim, kita akan merasakan ikatan persaudaraan yang kuat. Kita saling membantu, saling menasihati dalam kebaikan, dan saling mencintai karena Allah. Ini adalah keindahan yang luar biasa, sebuah jaring pengaman sosial dan spiritual yang tidak dapat ditandingi oleh ideologi manapun.

Kesimpulan

Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia,

Dari uraian singkat ini, semoga kita semakin menyadari betapa besar nikmat dan keutamaan menjadi seorang Muslim. Islam adalah agama yang sempurna, membawa cahaya, kedamaian hati, jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat, serta persaudaraan yang erat. Ini adalah anugerah terbesar yang patut kita syukuri setiap saat.

Maka dari itu, mari kita jaga iman kita, perkuat takwa kita, dan terus belajar serta mengamalkan ajaran Islam dalam setiap lini kehidupan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua, menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bersyukur, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Barakallahu li walakum fil Quranil Azhim. Wa nafa’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wadz dzikril hakim. Wa taqabbal mii wa minkum tilawatahu iahu huwas sami’ul alim.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *